BRMP Sayuran Awali Rangkaian Program ICARE Melalui Bimtek Pengolahan Limbah dan Varietas Kentang
Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) resmi memulai rangkaian kegiatan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) bertajuk “Pengembangan Kawasan Budidaya Kentang Terintegrasi Berbasis Teknologi Modern dan Digitalisasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing di Kabupaten Garut”.
Awal rangkaian program ini ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Limbah Ternak dan Pengenalan Varietas Kentang pada Rabu (12/8/2026). Bekerja sama dengan Yayasan Walungan Bhakti Nagari, kegiatan ini diikuti oleh 31 orang peserta yang merupakan perwakilan petani dan peternak dari Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Integrasi Peternakan Terpadu di Pasir Angling
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke kawasan agroeduwisata Pasir Angling. Pada kesempatan ini, peserta mempelajari konsep kawasan percontohan peternakan terintegrasi berbasis kemandirian dan keberlanjutan. Pemaparan mencakup desain kandang domba terstandar, tata kelola feeding, breeding, dan fattening, sekaligus praktik pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat (kohe), pupuk cair (urin), dan vermikompos.
Edukasi Varietas Kentang Industri di Manoko
Rangkaian Bimtek dilanjutkan ke kawasan agroeduwisata Veggies Berry Land, Manoko, Desa Cikahuripan. Di lokasi kedua ini, peserta diperkenalkan pada berbagai varietas kentang unggulan, di antaranya Olympus Agrihorti, Spudy Agrihorti, Medians, Golden Agrihorti, dan Venturi Agrihorti, yang ditanam berdampingan dengan varietas Atlantik.
Diskusi interaktif berfokus pada prospek budidaya kentang industri, karakter dan keunggulan masing-masing varietas, serta peluang adaptasi dan pengembangannya di wilayah Kecamatan Cisurupan, Garut.
Hasan Ali, perwakilan dari Kelompok Tani Karya Muda Mandiri, menyambut positif pendampingan ini. Ia berharap transfer pengetahuan seperti ini dapat berjalan secara konsisten untuk merangsang minat generasi muda di daerahnya.
"Kami sangat mengapresiasi pendampingan ini. Harapannya, kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkesinambungan agar dapat memotivasi petani muda di Garut untuk mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus mengubah citra bahwa profesi petani adalah pekerjaan yang modern dan membanggakan," ujar Hasan.
Melalui program ICARE ini, BRMP Sayuran berkomitmen untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, digital, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.